DIRGAHAYU SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KE 64

DSC01388
Upacara Peringatan HUT ke-64 Satuan Polisi Pamong Praja dirangkai dengan dengan HUT ke-95 Pemadam Kebakaran tahun 2014 dengan tema ” Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Siap Mengawal Pelaksanaan Pemilu Tahun 2014 Melalui Tugas Dan Fungsi ” yang dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2014 bertempat di halaman Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro peserta upacara diikuti oleh seluruh Karyawan/Karyawati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Bojonegoro Bapak Setyo Hartono.

DSC01449
Usai Upacara, para personil Pol PP dan Damkar mengikuti kegiatan sosial donor darah yang diadakan di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro bersama PMI Bojonegoro
DSC01446
dan untuk memeriahkan HUT Satpol PP dan Damkar pada malam harinya mengadakan kegiatan hiburan Pemutaran Film oleh Dinas Kominfo tentang Program Pembangunan Kabupaten Bojonegoro dan dilanjutkan hiburan musik Daerah.

DSC01765

Satpol PP Kabupaten Bojonegoro kembali melakukan penertiban di seputaran Alon-alon Kota Bojonegoro khususnya di sepanjang pagar Alon-alon Kota Bojonegoro, Pukul 16.30 WIB 3 Jan 2014 pedagang kaki lima yang berjualan di pagar seputar Alon-alon Kota Bojonegoro ditertibkan karena mengganggu keindahan dan keasrian Alon-alon Kota sebagai taman hijau dan jantung kota Bojonegoro.
Pedagang yang ngotot untuk tetap berjualan di sepanjang pagar Alon-alon Kota Bojonegoro tetap dibersihkan menurut Kasi Ops. Sudari, S.Sos mengatakan bahwa sudah tertera jelas tulisan atau pengumuman di sepanjang pagar Alon-alon agar tidak berjualan di sepanjang pagar Alon-alon karena mengganggu keindahan Alon-alon Kota dan sudah berulang kali kami ingatkan akan tetapi dari pihak pedagang kaki lima tidak mengindahkan peringatan tersebut, terpaksa dan harus ditertibkan.
sedangkan menurut pedangan kaki lima (mbak yun) yang berjualan di dalam pagar Alon-alon tepatnya di depan Kantor Bakorwil PP Bojonegoro menuturkan ” saya tidak punya tempat berjualan terpaksa saya jualan disini ” dan ada pula pedagang yang ngotot ” katanya dulu boleh berjualan di sini (sepanjang pagar Alon-alon kota) sekarang tidak boleh…? omongane kok mencla-mencle” tuturnya. Satpol PP Kabupaten Bojonegoro menghimbau kepada pedagang kaki lima di seputaran Alon-alon kota Bojonegoro agar tidak berjualan di sepanjang pagar Alon-alon Kota Bojonegoro untuk terciptanya Kerapian, Keindahan dan Kenyamanan Masyarakat Bojonegoro yang datang dan berkunjung di Alon-alon Kota Bojonegoro.

DSC09792

Dalam penegakan Perda tentang Penambangan pasir yang tidak mempunyai ijin dan menggunakan mekanik,Satpol PP Kabupaten Bojonegoro tidak akan bosan dan terus melakukan penertiban penambang pasir liar atau tidak mempunyai ijin yang menggunakan alat berat atau mekanik, dalam penertiban penambang pasir yang tidak berijin menggunakan mekanik Satpol PP Kabupaten Bojonegoro berkoordinasi dengan TNI dan POLRI. Satpol PP tidak hanya melakukan penyitaan tetapi juga melakukan sosialisasi dampak yang akan timbul karena erosi yang disebabkan oleh kegiatan tersebut.Kasat Pol PP Kabupaten bojonegoro menghimbau pentingnya kesadaran Masyarakat tentang larangan pengambilan pasir liar atau tidak berijin.Satpol PP Kabupaten Bojonegoro terus mengajak Masyarakat untuk menjaga lingkungan khususnya disebantaran sungai bengawan solo agar tidak mengambil pasir secara mekanik karena dampak yang akan timbul tidak hanya erosi tetapi juga pendangkalan sungai bengawan solo bila musim penghujan tiba sungai bengawan solo tidak dapat menampung curah air hujan yang banyak dan mengakibatkan banjir seperti yang terjadi pada tahun 2006-2007.

DSC00047

Banyaknya keluhan Masyarakat Bojonegoro tentang anak jalanan dan pengemis yang mengganggu terutama ditempat tempat lampu merah dan alon alon kota bojonegoro membuat Satpol PP berkoordinasi dengan instansi terkait Dinaskertransos melakukan penyisiran diseputaran kota Bojonegoro.demi terciptanya kenyamanan dan ketertiban umum dalam kegiatan tersebut Satpol PP serta Dinaskertransos melakukan razia dan mendapatkan anak jalanan dan pengemis untuk selanjutnya serahkan ke Dinaskertransos sepenuhnya untuk mendapat pembinaan lebih lanjut.